Chatbox


ShoutMix chat widget
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Tuesday, January 11, 2011

Fight for this beautiful life..

Quote from Mother Teresa :


"Life is an opportunity, benefit from it.
Life is beauty, admire it.
Life is bliss, taste it.
Life is a dream, realize it.
Life is a challenge, meet it.
Life is a duty, complete it.
Life is a game, play it.
Life is a promise, fulfill it.
Life is sorrow, overcome it.
Life is a song, sing it.
Life is a struggle, accept it.
Life is a tragedy, confront it.
Life is an adventure, dare it.
Life is luck, make it.
Life is too precious, do not destroy it.
Life is life, fight for it."

Tuesday, July 13, 2010

Sharing Bisnis Pulsa

Untuk seorang pelajar dengan modal yang kecil, banyak sekali yang menyarankan jualan/nawarin pulsa ke teman-teman sekolah, mengingat pulsa merupakan kebutuhan pokok sekarang. Banyak orang yang bilang pulsa merupakan alternatif yang bagus untuk orang yang mempunyai modal yang kecil.

Berhubung modal saya kecil, saya juga mencoba bisnis ini. Menjadi agen pulsa sudah saya geluguti sejak SMA 2 sampai semester kedua kuliah saya. Sekarang saya tidak melanjutkan bisnis tersebut lagi. Berikut adalah pengalaman saya :
Perputaran uang dalam bisnis ini sebenarnya memang sangat cepat. Hanya dengan modal seratus ribu saja kita sudah dapat mulai berjualan pulsa. 100ribu tersebut merupakan deposti awal yang akan kita jualkan lagi kepada orang lain. Tetapi, tentu saja anda tidak mungkin mendepositkan hanya seratus ribu saja kan? Sekali jual, uda habis deposit anda, mau pigi isi lagi dhe..
Katakanlah modal awal yang pas 500ribu (saya sendiri memulai dengan modal pertama 200ribu). Setelah deposit tersebut habis kita jual, kita akan mendapatkan kembali uang 500ribu kita plus profit hasil penjualan tersebut. Setelah itu kita dapat melakukan isi ulang deposit kita lagi dan mngulangi langkah yang sama.
Meskipun untung per transaksi sangat kecil, namun dengan banyaknya kuantitas transaksi tersebut, untungnya juga menjadi lumayan.

Tetapi pada akhirnya saya merasa banyak tenaga yang terbuang di bisnis ini, dan juga karena banyaknya utang, pada akhirnya modal pun sulit berputar. Menurut saya, bisnis ini akan lebih bagus jika tidak menimbun piutang. Inilah salah satu kesalahan saya. Bagaimana tidak piutang terus bertambah dan kas lancar semakin sedikit?
Saya menjual pulsa tersebut di kampus, dan tentunya tidak terbatas pada teman2 sekelas saja. Banyak teman-teman dari fakultas lain yang jarang ketemu juga bertransaksi dengan saya. Tentunya saya memiliki keinginan untuk terus berekspansi melayani buyer sampai ke pelosok (lebai mode on).
Karena pengisian pulsa elektrik, banyak yang melakukannya dengan tidak bertatap muka langsung, sehingga terjadilah piutang-piutang. Ada piutang yang mudah cair, ada juga yang susah cair karena jarangnya bertemu dengan orang tersebut. Rata-rata piutang pulsa tersebut mencapat 3-4 juta per bulan.
Ada lagi sampai sekarang piutang yang sudah berusia 1 tahun lamanya. Hal ini karena jarang sekali bertemu, dan pada saat bertemu pun orang tersebut lupa membawa uangnya.. wele"
Tapi bagaimanapun kan semua itu juga teman2 saya. Jadi jujur saya merasa agak kesusahan untuk terus-terusan menagih/meminta pelunasan utang tersebut. Belum lagi saya sendiri yang sering lupa mencatat berapa jumlah utang orang tersebut. (Ini satu tambahan lagi, pencatatan transaksi, laba, piutang juga memakan waktu yang lumayan. Hal ini karena setiap orang yang melakukan pengisian pulsanya melalui SMS, dan yang saya lakukan untuk menemukan siapa yang melakukan pengisian pulsa tersebut adalah mencari-cari lagi nomornya -> benar-benar memakan waktu deh, apalagi saya ini seorang pelupa.. lol)

Seiring bertambahnya kuantitas transaksi per hari -> menambah omzet saya, kerjaan saya untuk mencatat transaksi dan piutang juga bertambah lama. Piutang pun makin banyak yang macet. Kadang lagi, saya bisa lupa apakah irang tersebut sudah membayar.
Initnya, untung sedikit, kerjaan banyak dan melelahkan.
Alasan saya tidak lagi melanjuti bisnis ini karena server teman saya berhenti beroperasi. Saya bisa saja mencari server tempat lain tentu saja. Tapi ini lebih lagi menambah kerjaan. Kalau server teman saya, saya bisa langsung SMS untuk melakukan pengisian deposit, dengan uang bisa dibayar belakangan. Kalau server di tempat lain/toko-toko tertentu yang tidak menerima penundaan pembayaran, tentu saja saya harus repot2 pergi mengisi ulang deposit saya lagi. Belum lagi operator-operator yang suka error, komplain dan segala macam. Kalau dengan teman, mudah melakukan komplein, tetapi kalau dengan server lain tentunya akan lebih susah. Mana mau mereka terusan membalas "sabar ya, ni lagi cek". Palingan ditulis "silakan ditunggu dalam 1x24 jam", dan kita pun ga bisa komplein lagi sebelum 24 jam, sedangkan customer komplein terus.
Saya sendiri pada waktu sekolah melakukan pengisian deposit bukan dari server teman. Tetapi pada waktu itu, belum begitu banyak kuantitas transaksi per hari.

Nah itu sharing dari pengalaman saya. Bisa-bisa aja sih bisnis ini membesar kalau dengan administrasi yang rapi dan sistem yang jelas. Bagusnya kalau ada toko/kounter Hp gitu dan tidak banyak piutang. Kalau semua transaksi pulsa dilakukan dengan piutang lebih dulu, agak susah deh.. Yang ada cuma menambah kerjaan dengan untung yang tidak sebanding. (Belum lagi ada yang menjadi piutang tak tertagih, fiuhh...

Sekian sharing saya. Semoga bermanfaat ^^

Sunday, July 11, 2010

Today's Quote

" Hanya Manusia lemah yang percaya akan nasib. Manusia kuat akan berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri."

So, keep strong guys, become a stong person with strong personality. Don't believe in a bad destiny, coz u're the one to choose your own destiny.
Most important of all, always do good things and good ones will come to you.... XD

Friday, June 18, 2010

Kurangi dan Perbanyak

Kurangi ucapan yang mendendam, Perbanyak ucapan yang mengasihi.


Kurangi kata-kata yang mengejek, Perbanyak kata-kata yang menghargai.


Kurangi kata-kata yang melemahkan, Perbanyak kata-kata yang mendorong.


Kurangi perkataan yang menolak, Perbanyak kata-kata yang memperhatikan.


Kurangi kata-kata kritik, Perbanyak kata-kata yang membangun.


Kurangi kata-kata yang sia-sia, Perbanyak kata-kata yang mendatangkan inspirasi.


Kurangi kata-kata yang kasar, Perbanyak kata-kata yang lembut.

Tuesday, March 2, 2010

Sekilas Tentang Mario Teguh


Mario Teguh lahir di Makassar pada tanggal 5 Maret 1956 dengan nama Sis Maryono Teguh. Sis berarti siswa, Maryono berarti yang lahir pada bulan Maret, dan Teguh berasal dari nama ayahnya, Gozali Teguh. Ayah beliau seorang tentara, keturunan Jawa-Cina dan ibunya, Siti Maria, keturunan Arab-Bugis. Pak Mario kecil hidupnya sangat sederhana dan pas-pasan. Meski begitu, suami dari Ibu Linna Mario Teguh dan ayah dari Audrey Teguh dan Marco Teguh ini tidak patah arang untuk memperjuangkan nasibnya. Salah satunya dengan mengejar pendidikan yang terbaik.

Pendidikan

  • New Trier West High (sekolah setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  • Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (IKIP Malang), jurusan Linguistik dan Pelajaran Bahasa Inggris.
  • Sophia University, Tokyo, Jepang, jurusan Interaksi Bisnis.
  • Indiana University, Amerika Serikat, 1983.

Karir

Setelah menempuh pendidikan, Pak Mario Teguh mengawali karir professionalnya sebagai pegawai di salah satu bank swasta, Citibank. Beliau bekerja keras disitu hingga mencapai posisi tertinggi sebagai vice president. Tapi pada akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Jarang sekali memang, seorang yang ketika mencapai jabatan yang tinggi malah mengundurkan diri. Tapi Pak Mario punya alasan yang sangat logis. Beliau melihat potensi yang jauh lebih besar untuk berkembang dengan memulai usahanya sendiri. Oleh karena itu beliau memutuskan untuk menjadi konsultan bisnis dan public speaker melalui perusahaannya, Exnal Corporation.

Program TV

Pak Mario mulai dikenal luas melalui program-program radionya. Dan sekarang beliau menjadi dikenal oleh semakin banyak orang semenjak beliau tampil di berbagai program televisi, diantaranya:
  • Mario Teguh Golden Ways, Metro TV.
  • Business Art, O’Channel.

Buku

Selain aktif berbicara sebagai motivator dan konsultan bisnis, Pak Mario juga rajin sekali menulis. Terlihat dari banyaknya tulisan-tulisan inspiratifnya di Facebook, Twitter, koran, majalah, maupun buku-buku yang pernah beliau tulis, antara lain:
  • Becoming a Star (2006)
  • One Million Second Chances (2006)
  • Leadership Golden Ways (2009)
  • Life Changer (2009)

Thursday, February 18, 2010

Hukum Alam : Hukum Perubahan

Dalam agama Buddha, dikenal adanya hukum-hukum yang berlaku di seluruh alam semesta ini. Hukum-hukum tersebut kekal sifatnya, berlaku dimanapun dan kapanpun.
Salah satu hukum tersebut yang akan dibahas kali ini adalah hukum Perubahan, yang berarti segala sesuatu di dunia ini selalu berubah.
Cepat atau lambat, segala sesuatu selalu mengalami perubahan, yang baik dapat menjadi buruk, yang buruk dapat menjadi baik.
Tentu saja perubahan-perubahan ini selalu disesuaikan dengan hukum karma.

Hari ini, saya menyadari dan melihat fakta dari hukum perubahan ini secara langsung. Mendengar cerita dari nenek dan ibu saya, saya merasakan langsung bagaimana hukum perubahan ini dikaitkan secara langsung dengan hukum karma kita.
Setelah mengamati dan merenungi bagaimana kedua pihak selama ini berperilaku, saya mendapati bagaimana hukum alam ini berpengaruh kepada orang di sekitar saya.

Katakan saja si A dan si B.
Si A dulunya merupakan orang yang gagal, hidup menganggur, dan istrinya yang menanggung semua kebutuhan keluarga. Rumah keluarga si A ini bahkan mengalami kebakaran karena adanya pengusiran kepada orang-orang yang tinggal di lingkungan tersebut untuk tujuan membangun kompleks baru. Jadi si A dan keluarganya pun menumpang untuk tinggal di rumah si B yang pada saat itu sangat berhasil, dengan rumah yang besar.
Tetapi perilaku si B ini makin hari terlihat makin sombong, dan agak merendahkan si A yang padahal merupakan keluarganya sendiri.
Tahun pun berlalu, dan si A akhirnya dapat membeli rumahnya sendiri.
Meskipun demikian, si A masi saja tetap sangat bergantung karena tidak dapat menghasilkan sendiri.
Tahun demi tahun, dan tanpa terasa, hukum perubahan ini mulai bekerja. Sampailah sekarang ini, sekitar 15 tahun dari kejadian tadi, segalanya menjadi sangat bertolak belakang.
Si A yang tadinya sangat susah sekarang menjadi sangat berhasil, disegani orang-orang disekitarnya, memiliki banyak relasi sampai para pejabat-pejabat, dikenal banyak orang sebagai orang yang rendah hati dan baik. Dari sisi materi pun, si A ini menjadi orang yang berhasil. Dia pun sering melakukan kegiatan sosial bersama teman-teman klub Harley Davidsonnya, dan usahanya makin lama makin banyak saja.
Bagaimana dengan si B?
Ya kebalikannya.. Si B sekarang sering terhambat rezekinya, tidak mempunyai pekerjaan tetap, dan hidup dengan sangat sederhana dan berhemat.
Derajat kesejahteraan si B menjadi jauh di bawah si A.
Hukum perubahan benar-benar mengubah total semuanya dalam waktu 15 tahun.
Mengapa bisa terjadi?
Semuanya juga kembali ke hukum alam yang paling dasar, yaitu hukum karma, dan disertai hukum perubahan. Bagaimana perilaku si B yang dulunya sangat berhasil tidaklah menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Si B suka memerintah, manganggap bawah dirinya sangat superior, dan jarang melakukan kebajikan. Begitulah akhirnya perubahan tersebut membawa si B menjadi harus berjuang secara materi.

Dengan demikian, kita harus menyadari bahwa semuanya senantiasa mengalami perubahan. Jika kita menginginkan perubahan tersebut ke arah yang baik, maka kita harus melakukan sesuatu yang baik dan memberikan nilai kepada orang-orang disekitar kita. Jika kita sedang berada di atas, dan tidak melihat ke bawah alias sombong, maka hukum ini akan mengubah posisi kita menjadi di bawah.
Bagi yang sedang berada di bawah juga akan berubah menjadi yang diatas asalkan orang tersebut tetap menanam karma yang baik. Hukum perubahan tetap akan mengubah kehidupannya menjadi yang lebih baik.

Saturday, February 6, 2010

Bodoh vs Pintar ala Bob Sadino

1. Terlalu Banyak Ide -
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai -
Orang "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis -
Sebagian besar orang "pintar"sangat
pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses -
Orang"Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar -
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh"tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar,
bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi -
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai -
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri -
Orang "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan -
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus -
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh"tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen -
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas -
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas -
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas -
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan -
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah -
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan -
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga -
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk -
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.



sumber : milis TDA

Tuesday, January 26, 2010

Don' Worry, Be Happy - Mario Teguh

Pusatkan perhatian Anda pada yang Anda inginkan,
bukan pada yang Anda khawatirkan.

Pusatkan perhatian Anda pada kekuatan Anda,
bukan pada kelemahan Anda.


Pusatkan perhatian Anda pada yang mungkin,
bukan pada yang tidak mungkin,

Pusatkan perhatian Anda pada melakukan hal yang tepat,
bukan hanya pada melakukan sesuatu dengan baik.

Pusatkan perhatian Anda pada gambar besar dari situasi Anda,
dan janganlah tersesat dalam hal-hal yang rinci dan kecil.

Pustakan perhatian Anda pada yang menghasilkan,
bukan pada siapa yang salah.

Apapun yang Anda kerjakan, nikmatilah prosesnya.
Jangan Khawatir, Bergembiralah !

Saturday, January 23, 2010

Beda Keinginan dan Komitmen??

Banyak orang yang gagal mencapai hasil dari suatu proses yang mereka jalani karena mereka menjadi malas pada proses tersebut. Orang yang menjadi malas tersebut bisa saja karena banyaknya rintangan dan tantangan yang mungkin membuat mereka jadi down.

Sering kali, orang-orang yang demikian akhirnya menyerah di tengah jalan, menjadi tidak termotivasi untuk terus berjuang dan akhirnya menyatakan dirinya gagal total untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bukankah sangat melelahkan kalau kita sudah berjuang sampai setengah namun berhenti dan tidak mendapatkan hasil apa-apa?

Di sinilah, sejak pertama kali kita mau terjun dalam suatu perjuangan, kita harus berkomitmen dulu terhadap keputusan yang kita ambil, jangan cuma berkeinginan saja.
Lho? Bedanya apa?

Tentu saja beda, dengan berkomitmen, kita berjanji kepada diri sendiri, menganggap hal tersebut adalah seperti “do it or die”. Oleh karena itu, rintangan apapun itu, akan kita hadapi semua. Kita menjadi tidak peduli dengan segala hambatan karena kita akan terus maju melangkah, melewati segala hambatan tersebut, dan terus berjuang. Karena kita sudah berpikir jika kita tidak melakukannya maka kita akan ‘mati’. Namun jangan salah dulu, jika kita benar-benar berkomitmen pada suatu hal, niscaya akan ada suatu kekuatan dari alam bawah sadar kita yang akan mendorong kita untuk terus berjuang dan melangkah maju.

Bagaimana dengan keinginan saja? Keinginan saja tentulah tidak cukup. Sebagai manusia, kita banyak menginginkan sesuatu di dunia ini. Lantas, apakah semua keinginan kita terpenuhi? Tidak! Tapi apa kita terus memperjuangkan keinginan kita? Tidak! Kita bahkan sudah terprogram di alam bawah sadar kita bahwa keingingan manusia tidak dapat dipenuhi semuanya. Kita boleh saja mengharapkannya tapi kita bisa saja tidak mendapatkannya dan itu bukanlah masalah besar bagi kehidupan kita jika kita tidak mendapatkannya. Mungkin kita akan mendapatinya lain waktu (lain waktu yang mungkin saja tidak pernah terjadi).

Pikiran bawah sadar kita secara tidak kita sadari selalu melihat akibat dari apa yang kita harapkan. Jika akibatnya tidak parah, maka kita tidak akan mendapatkan kekuatan dari pikiran bawah sadar kita. Contoh sederhana : Jika besok adalah Minggu dan anda menyetel alarm jam 6 pagi, apakah anda akan langsung bangun ketika alarm tersebut berbunyi? Atau anda akan menekan tombol stop dan tidur lagi? Bagi beberapa orang, mungkin akan bangun, tapi bagi kebanyakan orang akan tidur lagi. Namun, jika itu adalah hari Senin, dan alarm anda berbunyi, bagaimana?
Bandingkan saja hari Minggu dan hari Senin tersebut. Maka anda akan tahu kalau pikiran bawah sadar kita bereaksi terhadap akibat dari suatu hal. Jika tidak bangun pada hari Senin, maka anda akan telat ke kantor, berakibat ditegur dan mendapat sangsi. Tapi pada hari Minggu? Tidak ada akibat yang fatal, dan anda pun lebih cenderung mematikan alarm anda dan sambung tidur lagi walaupun anda berniat mengecat rumah hari itu, karena tidak ada akibat fatal dari keterlambatan anda dalam mengecat rumah anda.

Begitu juga dengan komitmen dan keinginan!

Saturday, January 16, 2010

What Do You Choose? EQ or IQ?

People used to say that if someone had a great IQ meant that he would be a successful man later in his future. Having a high IQ had always been related of how succeed they were. Besides, it was also said that IQ couldn’t be changed. It was your destiny to have such thing.

These days, research has proven that IQ only contribute 20 % of your success, that it is not the most important thing you should have. IQ is primarily only related to your academic things in school. In a book that I have just read, it is said that there is an intelligence which is definitely more important that IQ and that is EQ. As what I have stated, that IQ only convey 20 % for your success, EQ and SQ contribute the rest of the percentage. We can see why people with a high IQ fail and people with a so-so IQ can be very successful. We can also see that a lot of men with higher IQ work for the lower one. This is sure because EQ is more important than IQ.

So how can we define EQ?
Based on a book by Daniel Goleman, it is said that emotional intelligence includes enthusiasm, self motivation, the power to control ourselves and our eagerness, the power to control our emotion, sympathy, and how we relate or communicate with people in society. The main characteristic of people who shows great EQ is the one who show great interest in making a relationship with people, esp the one who can make a close relationship, who can keep and harmonize their relationship, who is usually a popular person in his surrounding, who is so discipline, and who always feels sympathy to people around him.

Here are the five basic emotional intelligence:
1. We should recognize our feeling and emotion, about when we feel happy, when we feel sad, and why we can feel like that.
2. We should be able to control our emotion, don’t a be a slave of our own emotion, don’t let your negative feeling take over you, instead we should feel our mind with positive one.
3. Motivate yourself - be able to motivate ourselves to achieve what we want.
4. Be able to recognize other’s feeling – empathy
5. Have the ability to make a good relationship with others, ability to gain popularity, and have leadership quality.

Different from IQ which has always been said as someone’s fate since they were born, Emotional intelligence can be developed. Besides, IQ and EQ is only slightly related,there’s only a petty relation between them.

*most statement is taken from Emotional Intelligence by Daniel Goleman

Tuesday, January 12, 2010

Orang Yang ber IQ tinggi banyak yang tidak percaya Tuhan

Orang-orang dengan IQ lebih tinggi banyak yang tidak percaya kepada Tuhan. Banyak dari kaum elit intelektual menganggap diri mereka atheis.

Demikian menurut hasil studi baru yang dilakukan Professor Richard Lynn, profesor psikologi di Universitas Ulster, Inggris.

Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun pada abad ke-20. Penurunan ini terkait langsung dengan meningkatnya kecerdasan rata-rata. Dikatakan Lynn, kebanyakan anak SD percaya akan Tuhan. Namun begitu mereka menginjak dewasa dan kecerdasan mereka meningkat, banyak yang mulai ragu akan Tuhan.

Menurut Lynn, para akademisi universitas lebih kecil kemungkinannya untuk percaya pada Tuhan daripada orang lainnya. Demikian seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (13/6/2008).

Lynn menyebutkan hasil sejumlah polling untuk mendukung klaimnya. Survei Royal Society di Inggris menunjukkan hanya 3,3 persen yang percaya pada Tuhan. Sedangkan 68,5 persen populasi umum Inggris menyebut diri mereka sebagai orang yang percaya Tuhan.

Polling lainnya pada tahun 1990-an menunjukkan hanya 7 persen anggota American National Academy of Sciences yang percaya Tuhan.

"Kenapa lebih sedikit akademisi yang percaya pada Tuhan dibandingkan populasi umum? Saya yakin itu semata-mata karena IQ. Para akademisi punya IQ lebih tinggi daripada populasi umum. Beberapa studi polling Gallup mengenai populasi umum telah menunjukkan kalau mereka dengan IQ lebih tinggi cenderung tidak percaya pada Tuhan," kata Lynn kepada majalah Times Higher Education.

Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun di 137 negara berkembang pada abad ke-20. Dan pada saat yang sama, masyarakat di negara-negara tersebut menjadi lebih pintar.

Namun kesimpulan Lynn ini ditentang profesor lainnya. Menurut Profesor Gordon Lynch, direktur lembaga Centre for Religion and Contemporary Society di Birkbeck College, London, Lynn telah melupakan kompleksnya faktor-faktor sosial, ekonomi dan sejarah.

sumber : http://psikologi.infogue.com/orang_b..._percaya_tuhan

Kosongkan Cangkir Tehmu

Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya?

Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah: "Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain."

Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, "Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!"

Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua.

Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.

Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah, "Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!"

Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, "Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini.

Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini."

Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira.


Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau mental block), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.

Sikap seperti ini jelas merugikan dirinya sendiri. Jika kita bisa bersikap open mind / membuka pikiran dalam menerima hal-hal baru dan mau menerima kritikan yang diberikan oleh orang lain, maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan.

sumber : Andrie Wongso

Sunday, January 10, 2010

Apa Tanggapan Mereka Yang Telah Menjadi Pemenang Tentang Kesuksesan?

Kesuksesan bukanlah sesuatu yang disebut nasib atau apapun. Semua orang memiliki kesempatan untuk sukses terlepas dari siapapun dia itu.
Berikut ungkapan beberapa tokoh tentang bagaimana mereka memaknai kesuksesan tersebut, yang dikutip dari majalah Luar Biasa :

1. Michael Jordan (pemain basket legendaris Amerika) : "Saya telah gagal pada lebih dari 9000 tembakan dalam karier saya. Saya pernah kalah hampir 300 pertandingan. Sekitar 26 kali saya dipercaya untuk memberikan tembakan pamungkas untuk mencapai kemenangan namun gagal. Saya telah gagal, gagal, dan gagal berkali-kali dalam hidup saya, namun justru karena itulah, saya mencapai sukses."

2. Christiano Ronaldo (pemain sepak bola terbaik dunia, gelandang termahal dunia dari Portugal) : Tak ada salahnya bermimpi untuk menjadi seorang pemain besar dunia. Semua itu akan terbayar dengan selalu mencoba melakukan yang terbaik. Karena itu, saya selalu bekerja dan bekerja lebih keras untuk mencapat sesuai dengan apa yang saya bisa.

3. Jack Ma (pendiri dan pemilik Alibaba.com) : Semua pelaku bisnis akan sukses karena mereka yakin akan keberhasilannya. Mereka berhasil karena terus menjaga mimpi besarnya. Orang bisa tahan satu minggu tanpa makanan, tiga hari tanpa minuman, tetapi orang akan mati jika kehilangan harapan dalam satu menit saja.

4. Chairul Tanjung (Pengusaha media TransCorp, Para Group, Bank Mega, dan lainnya) : Pada kondisi saat ini, kita harus mencari uang dengan mengeluarkan keringat dulu dan mendapatkan hasilnya saat panen.

5. Zig Ziglar (motivator kelas dunia) : Sukses bukanlah tujuan, tetapi merupakan sebuah perjalanan panjang.

6. Bruce Lee (Tokoh legendaris film Cina) : Pilihlah hal yang positif. Anda punya pilihan dan anda bisa menguasai sikap anda. Jadi, ambil hal yang positif dan bersifat membangun. Ketahui juga bahwa optimisme adalah sebuah hal positif yang akan membimbing anda menuju kesuksesan

7. Bill Gates (pendiri Microsoft dan yayasan sosial berdana terbesar di dunia) : Siapapun yang tidak mau berubah akan dijungkirbalikkan karena memang demikianlah aturan di dunia ini.

Dari ungkapan para tokoh tersebut, dapat dilihat bahwa kesuksesan itu sendiri merupakan proses yang membutuhkan perjuangan dan kerja keras.
Hal terpenting untuk menggapai suatu hasil yang besar adalah tetap maju, apapun yang terjadi. Jangan menganggap kegagalan sebagai penghalang, karena kegagalan itu sendiri adalah suatu proses untuk mencapai kesuksesan. Jadi, jika ingin sukses, kita harus berani gagal dulu karena itulah suatu proses yang terkandung di dalam proses kesuksesan. Terus bangkit dan lihatlah ke depan. Masa depan yang cerah selalu menanti bagi orang yang tetap berjuang, apapun risikonya.

Friday, December 25, 2009

Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses

Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.

Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba- tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.

Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.

Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala.

Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, "Kalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?" "Tidak," jawab mereka. "Lalu kenapa kalau di Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?". "Ya, karena di sini semua begitu."

Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah.

Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah ? "Saya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk dimintai," jawabnya.

Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga mempengaruhinya.

Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin.

Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai- nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi kita menjadi sukses pula.

sumber : Andriewongso.com
eLibrary - Open eBooks Directory Free for addition of one's own e-books. eBooks rating. Free eBooks.
Electronical Books in PDF.