Chatbox


ShoutMix chat widget

Saturday, January 23, 2010

Beda Keinginan dan Komitmen??

Banyak orang yang gagal mencapai hasil dari suatu proses yang mereka jalani karena mereka menjadi malas pada proses tersebut. Orang yang menjadi malas tersebut bisa saja karena banyaknya rintangan dan tantangan yang mungkin membuat mereka jadi down.

Sering kali, orang-orang yang demikian akhirnya menyerah di tengah jalan, menjadi tidak termotivasi untuk terus berjuang dan akhirnya menyatakan dirinya gagal total untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bukankah sangat melelahkan kalau kita sudah berjuang sampai setengah namun berhenti dan tidak mendapatkan hasil apa-apa?

Di sinilah, sejak pertama kali kita mau terjun dalam suatu perjuangan, kita harus berkomitmen dulu terhadap keputusan yang kita ambil, jangan cuma berkeinginan saja.
Lho? Bedanya apa?

Tentu saja beda, dengan berkomitmen, kita berjanji kepada diri sendiri, menganggap hal tersebut adalah seperti “do it or die”. Oleh karena itu, rintangan apapun itu, akan kita hadapi semua. Kita menjadi tidak peduli dengan segala hambatan karena kita akan terus maju melangkah, melewati segala hambatan tersebut, dan terus berjuang. Karena kita sudah berpikir jika kita tidak melakukannya maka kita akan ‘mati’. Namun jangan salah dulu, jika kita benar-benar berkomitmen pada suatu hal, niscaya akan ada suatu kekuatan dari alam bawah sadar kita yang akan mendorong kita untuk terus berjuang dan melangkah maju.

Bagaimana dengan keinginan saja? Keinginan saja tentulah tidak cukup. Sebagai manusia, kita banyak menginginkan sesuatu di dunia ini. Lantas, apakah semua keinginan kita terpenuhi? Tidak! Tapi apa kita terus memperjuangkan keinginan kita? Tidak! Kita bahkan sudah terprogram di alam bawah sadar kita bahwa keingingan manusia tidak dapat dipenuhi semuanya. Kita boleh saja mengharapkannya tapi kita bisa saja tidak mendapatkannya dan itu bukanlah masalah besar bagi kehidupan kita jika kita tidak mendapatkannya. Mungkin kita akan mendapatinya lain waktu (lain waktu yang mungkin saja tidak pernah terjadi).

Pikiran bawah sadar kita secara tidak kita sadari selalu melihat akibat dari apa yang kita harapkan. Jika akibatnya tidak parah, maka kita tidak akan mendapatkan kekuatan dari pikiran bawah sadar kita. Contoh sederhana : Jika besok adalah Minggu dan anda menyetel alarm jam 6 pagi, apakah anda akan langsung bangun ketika alarm tersebut berbunyi? Atau anda akan menekan tombol stop dan tidur lagi? Bagi beberapa orang, mungkin akan bangun, tapi bagi kebanyakan orang akan tidur lagi. Namun, jika itu adalah hari Senin, dan alarm anda berbunyi, bagaimana?
Bandingkan saja hari Minggu dan hari Senin tersebut. Maka anda akan tahu kalau pikiran bawah sadar kita bereaksi terhadap akibat dari suatu hal. Jika tidak bangun pada hari Senin, maka anda akan telat ke kantor, berakibat ditegur dan mendapat sangsi. Tapi pada hari Minggu? Tidak ada akibat yang fatal, dan anda pun lebih cenderung mematikan alarm anda dan sambung tidur lagi walaupun anda berniat mengecat rumah hari itu, karena tidak ada akibat fatal dari keterlambatan anda dalam mengecat rumah anda.

Begitu juga dengan komitmen dan keinginan!

0 comments:

Post a Comment

eLibrary - Open eBooks Directory Free for addition of one's own e-books. eBooks rating. Free eBooks.
Electronical Books in PDF.